Ini 2 Faktor Ekonomi Syariah Bakal Booming di Indonesia

Posted on

Perkembangan ekonomi syariah menjadi isu hangat di Indonesia. Selain menjadi agenda global, meningkatnya populasi muslim di dunia menjadi momentum untuk menguasai pasar tersebut.Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, potensi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia cukup besar. sebab negara kita memiliki dua faktor positif, yakni salah satu negara dengan populasi muslim terbesar, dan tingginya penduduk usia produktif atau milenial.

“Milenial harus diinisiasi. Platform online industri ritel bisnis akan geser ke arah online. Milenial akan dominasi peran ekonomi itu,” kata Bambang, di Jakarta, Rabu (3/10/2018).Tingginya usia produktif dan besarnya penduduk muslim di Indonesia harus mampu dioptimalkan dengan baik, agar indonesia bisa menjadi produsen industri halal global.

“Penting untuk optimalkan pertumbuhan gaya hidup halal. Teknologi juga harus diterapkan untuk percepat pengoperasian proses industri ini jadi lebih efisien,” ujar Bambang.Berbagai sektor industri halal perlu dikembangkan lebih masif, mulai dari kuliner, pariwisata, fashion, dan produk halal lainnya.“Pertumbuhan industri halal ini harus fokus ke pariwisata.

Ini tentu bisa melayani berbagai macam konsumen atau wisata halal busana dan makanan ini mampu ciptakan lapangan kerja kesejahteraan,” tambahnya.Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dengan berbekal populasi muslim yang besar, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia harus bersaing dipanggung internasional.

Menurutnya, tak hanya menggarap potensi pasar domestik, pasar global perlu dibidik, sebab, model bisnis ekonomi syariah tengah menjadi tren dunia.“Halal ekonomi gak hanya di Islam saja. Ini fenomena yang terjadi di manapun di Timur Tengah, Indonesia, Eropa. Hijaber di Indonesia dari segmen milenial berkembang pesat, mereka banyak sekali. Gak hanya dari busana, fashion, restoran, hotel, akomodasi dan segmen lainnya,” papar Perry.Selain itu, strategi program yang tersusun dengan baik antar lembaga, kementerian di pemerintahan.

Dengan ini, pengembangan ekonomi syariah bisa dilakukan secara serentak dan bersama-sama tidak berjalan masing-masing. Sehingga hasil yang didapatkan bagi negara, pengusaha dan bangsa menjadi lebih baik dan optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *